Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ika Yusanti, menegaskan bahwa data hukuman disiplin memiliki peran strategis dalam mendukung pembinaan ASN dan penyusunan kebijakan kepegawaian. "Data hukuman disiplin bukan sekadar catatan administrasi, tetapi merupakan data strategis yang menjadi dasar pembinaan ASN, pengembangan karier, promosi, mutasi, penilaian kinerja, pemberian penghargaan, hingga penyusunan kebijakan kepegawaian," ujarnya. Menurutnya, kualitas kebijakan sangat ditentukan oleh kualitas data yang dikelola sehingga setiap satuan kerja perlu memastikan data yang disampaikan lengkap, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ika Yusanti menjelaskan bahwa pengembangan fitur Hukuman Disiplin pada Aplikasi CARAKA merupakan bagian dari komitmen Inspektorat Jenderal dalam membangun sistem pengelolaan data yang lebih terintegrasi dan terdokumentasi. Melalui sistem tersebut, proses pencatatan, pelaporan, dan penelusuran data hukuman disiplin diharapkan menjadi lebih tertib, efisien, serta menghasilkan informasi yang andal sebagai dasar pengambilan keputusan. Di sisi lain, kesamaan data antarunit kerja juga menjadi faktor penting dalam mendukung pembinaan ASN secara berkelanjutan.
Melalui pengembangan CARAKA, Inspektorat Jenderal berharap terbangun ekosistem pengelolaan data kepegawaian yang semakin modern, terintegrasi, dan terpercaya. Data yang berkualitas diharapkan menjadi landasan dalam memperkuat pembinaan ASN, meningkatkan akuntabilitas organisasi, serta mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan transformasi digital yang terus dikembangkan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berintegritas.