CIREBON – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kini tak lagi sekadar tempat pembinaan, melainkan telah bertransformasi menjadi sentra produksi yang berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan panen raya serentak yang menghasilkan total 123,5 ton komoditas pangan dari seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia, Kamis (15/1/2026).
Momen krusial ini dipusatkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Cirebon, di mana Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, turun langsung memanen komoditas unggulan seperti padi varietas Inpari, singkong, hingga ikan nila yang dibudidayakan langsung oleh Warga Binaan.
Keberhasilan transformasi Lapas menjadi unit produktif ini mendapat atensi khusus dari sisi pengawasan. Inspektur Jenderal Kemenimipas, Yan Sultra I., menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan hasil usaha ini. "Kami akan terus memantau agar program kemandirian ini berjalan akuntabel, sehingga hasil penjualannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," tegas Yan Sultra.
Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa kontribusi ini selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar hampir 60 juta penerima manfaat. "Ekosistem pemenuhan kebutuhan untuk MBG bisa disuplai dari rekan-rekan yang memiliki minat mengembangkan ketahanan pangan. Ketahanan pangan hakikatnya dimulai dari lingkungan keluarga, komunitas, hingga lingkungan yang lebih besar seperti ini," ujar Menteri Agus.
Tak hanya pangan, Lapas Kelas I Cirebon juga memamerkan kemandirian di sektor manufaktur. Menteri Imipas didampingi Inspektur Jenderal Kemenimipas, Yan Sultra I., turut meninjau produksi coir net (jaring sabut kelapa) dan coco shade yang telah menembus pasar ekspor, serta kegiatan konveksi pembuatan kaos karya Warga Binaan.
Sinergi antara produktivitas Warga Binaan, pemanfaatan lahan, dan pengawasan yang ketat ini menjadi wujud implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas. Melalui langkah ini, Warga Binaan tidak hanya dibekali keterampilan profesional untuk mandiri pasca-bebas, namun juga diberdayakan sebagai aset aktif dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia.