Tangerang – Dalam rangkaian kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kepala Staf Kepresidenan ke Lapas Kelas I Tangerang, Selasa (21/7), Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rudi Setiawan, didampingi Inspektur Wilayah I Anak Agung Gde Krisna, menegaskan bahwa pengawasan harus mampu mendukung terwujudnya pembinaan warga binaan yang berdampak, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan sebagai bagian dari transformasi pemasyarakatan.
Rudi Setiawan menyampaikan bahwa Inspektorat Jenderal tidak hanya berperan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan, tetapi juga mengawal setiap program agar memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat. “Pengawasan harus mampu menjadi pendorong perbaikan. Program pembinaan yang baik tidak hanya membentuk karakter warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang menjadi bekal untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Rudi Setiawan. Menurutnya, pengawasan yang preventif dan kolaboratif menjadi fondasi dalam menghadirkan pembinaan yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi Setiawan bersama Anak Agung Gde Krisna turut mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepala Staf Kepresidenan, serta jajaran Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meninjau program Jawara Beton di Lapas Kelas I Tangerang. Rombongan melihat secara langsung proses pengolahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) menjadi berbagai material konstruksi, seperti paving block, bataton, roster, pagar panel, hingga produk konstruksi lainnya. Program tersebut menjadi salah satu inovasi pembinaan kemandirian yang membekali warga binaan dengan keterampilan kerja melalui pemanfaatan limbah industri menjadi produk bernilai ekonomi.