Jakarta – Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rudi Setiawan, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Inspektorat Jenderal hingga cita-cita organisasi dapat terwujud. Komitmen tersebut disampaikannya saat memimpin kegiatan Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja Inspektorat Jenderal, Rabu (16/7).
"Saya siap teruskan. Apa yang telah dibangun akan kita lanjutkan bersama sampai tujuan organisasi ini benar-benar tercapai," ujar Rudi.
Dalam arahannya, Rudi mengibaratkan pergantian Inspektur Jenderal layaknya pergantian masinis dalam sebuah perjalanan. Menurutnya, dalam sebuah perjalanan, masinis dapat berganti, namun arah, tujuan, dan cita-cita yang hendak dicapai harus tetap sama. Karena itu, pergantian kepemimpinan bukanlah awal dari perjalanan baru, melainkan estafet untuk memastikan perjalanan organisasi terus berlanjut hingga mencapai tujuan.
Rudi menegaskan bahwa berbagai fondasi yang telah dibangun sebelumnya menjadi modal penting yang harus dijaga dan disempurnakan. Seluruh jajaran Inspektorat Jenderal diharapkan terus menjaga kesinambungan program, memperkuat tata kelola, serta menghadirkan pengawasan intern yang mampu memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Lebih lanjut, Rudi menekankan bahwa pengawasan intern harus mengedepankan pencegahan dini. Menurutnya, Inspektorat Jenderal tidak hanya hadir ketika permasalahan telah terjadi, tetapi juga berperan mengidentifikasi potensi risiko sejak awal, memberikan masukan, serta mendampingi satuan kerja agar penyimpangan dapat dicegah sedini mungkin.
"Pengawasan harus mengedepankan pencegahan. Mencegah untuk memperbaiki, bukan menunggu masalah terjadi baru bertindak. Dengan begitu, pengawasan benar-benar memberikan manfaat dan nilai tambah bagi organisasi," tegasnya.
Selain itu, Rudi mengajak seluruh insan Inspektorat Jenderal untuk membangun lingkungan kerja yang dilandasi rasa saling menghargai, saling peduli, dan saling mendukung sebagai satu keluarga besar. Menurutnya, budaya kerja yang harmonis akan menciptakan komunikasi yang lebih baik dan memperkuat kolaborasi antarseluruh pegawai.
Ia meyakini bahwa semangat kekeluargaan tersebut juga akan berdampak positif terhadap pelaksanaan fungsi consulting Inspektorat Jenderal. Dengan hubungan kerja yang dilandasi kepercayaan dan kepedulian, proses pendampingan kepada satuan kerja akan berjalan lebih efektif, lebih terbuka, dan mampu menghasilkan solusi yang konstruktif.
Melalui kegiatan Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja ini, Inspektorat Jenderal diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam membangun pengawasan intern yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pencegahan guna mendukung terwujudnya tata kelola Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang semakin akuntabel, transparan, dan berintegritas.