Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ika Yusanti, menegaskan bahwa peran pimpinan satuan kerja menjadi faktor kunci dalam memperkuat kepatuhan dan pengendalian internal guna mewujudkan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan tertib administrasi. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2025 yang dilaksanakan pada satuan kerja di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Rabu (29/1).
Menurut Ika, pimpinan satuan kerja tidak hanya bertanggung jawab pada aspek administratif, tetapi juga memegang peran strategis dalam memastikan seluruh proses pengelolaan keuangan berjalan sesuai ketentuan.
"Pimpinan diharapkan mampu mendorong perbaikan secara menyeluruh, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta memperkuat pengendalian internal melalui pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan," tegasnya.
Dalam arahannya, Ika menyampaikan fokus dan sasaran pemeriksaan yang meliputi sistem informasi dan pelaporan keuangan serta kinerja, pengelolaan kas dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), belanja barang dan belanja modal, serta pengelolaan aset tetap. Aspek-aspek tersebut dinilai membutuhkan pengawasan dan pengendalian yang kuat dari pimpinan agar pelaksanaannya konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, seluruh satuan kerja dihimbau untuk segera menindaklanjuti rekomendasi hasil pendampingan penyusunan laporan keuangan yang telah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal. Tindak lanjut tersebut merupakan wujud komitmen pimpinan dan jajaran dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan serta mendukung kelancaran proses pemeriksaan.
Sebagai penutup, Sesitjen menekankan agar Kepala UPT beserta seluruh jajaran memastikan kesiapan dokumen administrasi, keuangan, dan teknis operasional secara lengkap, akurat, dan tepat waktu. Kesiapan tersebut tidak hanya penting untuk mendukung kelancaran pemeriksaan, tetapi juga menjadi cerminan efektivitas kepemimpinan dalam membangun budaya kepatuhan dan pengendalian internal di lingkungan satuan kerja.