Tarakan - Sekretaris Inspektorat Jenderal, Ika Yusanti, menegaskan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara petugas imigrasi dan Warga Negara Asing (WNA) sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi pelanggaran keimigrasian. Hal tersebut disampaikan saat meninjau layanan WNA dalam rangka Koordinasi Pengawasan Pimpinan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, Senin (2/12).
Ika menyampaikan, komunikasi yang terbuka dan informatif saat pemeriksaan dokumen WNA terutama terkait masa tinggal di Indonesia, memegang peranan penting dalam mendeteksi indikasi pelanggaran sejak awal."Menjalin koordinasi yang baik dengan WNA merupakan bagian dari upaya pencegahan. Ketika petugas mampu menggali informasi secara tepat, pengawasan menjadi lebih efektif dan potensi pelanggaran dapat diminimalkan," ujarnya.
Selain meninjau layanan WNA, Sekretaris Itjen juga melakukan pengecekan terhadap ruang pelayanan, ruang deteni, dan area kerja petugas untuk memastikan seluruh proses pelayanan dan pengawasan berjalan sesuai prosedur. la turut mengingatkan pentingnya integritas, profesionalisme ASN, serta pelayanan yang cepat dan transparan sebagai fondasi dalam memperkuat langkah pencegahan.
Dalam kesempatan ini, sejumlah pengunjung yang ditemui menyampaikan respon positif terhadap pelayanan di Kanim Tarakan.Tim Itjen juga memberikan saran atas laporan masyarakat yang masuk, yang selanjutnya diteruskan kepada unit terkait untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Kegiatan pengawasan ini menjadi bagian dari komitmen Inspektorat Jenderal untuk memperkuat pendekatan preventif dalam pengawasan orang asing, memastikan setiap satuan kerja imigrasi mampu menjalankan tugas secara proaktif, humanis, dan akuntabel.