JAKARTA – Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas) bersama Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyatukan langkah untuk mempercepat transformasi Kepatuhan Internal melalui penguatan sinergi, komunikasi, dan integrasi data pengawasan dalam kegiatan Coffee Morning, Selasa (14/7).
“Keberadaan Patnal dapat mengoptimalkan pelaksanaan fungsi pengawasan Inspektorat Jenderal. Sinergi dan komunikasi yang telah berjalan baik perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan agar Patnal dan Inspektorat Jenderal dapat menjalankan perannya secara selaras dan saling melengkapi,” ujar Ika Yusanti, Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemenimipas.
Transformasi Kepatuhan Internal tidak hanya berkaitan dengan penanganan pelanggaran disiplin, tetapi juga memperkuat fungsi pencegahan dan pengendalian dalam organisasi. Patnal diharapkan mampu melakukan koreksi sejak dini, mengawal penerapan manajemen risiko dan standar operasional prosedur, serta berkontribusi dalam memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Perubahan tersebut menempatkan Patnal sebagai lini kedua yang berperan aktif menjaga kepatuhan dan mencegah risiko sebelum berkembang menjadi permasalahan.
Salah satu langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi tersebut adalah mengintegrasikan data CARAKA dengan data penanganan pelanggaran disiplin pada Patnal. Integrasi dilakukan untuk memastikan proses dan data penanganan hukuman disiplin yang berjalan di Patnal dan Inspektorat Jenderal tetap sinkron, sekaligus memperkuat pertukaran informasi, mencegah tumpang tindih penanganan, dan mendukung pemantauan penyelesaian kasus secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara Patnal dan Inspektorat Jenderal menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan internal yang saling terhubung dari unit pelaksana teknis hingga tingkat pusat. Penguatan komunikasi, sinkronisasi data, dan kejelasan pembagian peran diharapkan mampu memastikan setiap potensi permasalahan dapat diidentifikasi dan ditangani lebih awal.