Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menegaskan bahwa evaluasi kinerja Tahun 2025 harus berdampak nyata bagi perbaikan kinerja organisasi saat Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Semester II di Shangri-La Hotel, 14-17 Desember 2025.
"Evaluasi kinerja tidak boleh berhenti pada pemenuhan laporan, tetapi harus menghasilkan perbaikan konkret yang dirasakan langsung dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan," ujar Silmy Karim, seraya menekankan pentingnya pendekatan inovatif dalam pengendalian capaian kinerja.
Rapat koordinasi ini diikuti Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, serta jajaran unit kerja di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk menilai capaian kinerja Semester II sekaligus memperkuat keselarasan pelaksanaan program sepanjang Tahun 2025.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan capaian strategis kementerian, antara lain Penerimaan Negara Bukan Pajak sektor Imigrasi yang menembus Rp 10 triliun sebagai kontribusi nyata terhadap penerimaan negara. Di bidang Pemasyarakatan, capaian kinerja tercermin dari penguatan pelaksanaan fungsi pemasyarakatan yang meliputi pembinaan, pelayanan, perawatan, pengamanan, serta pembimbingan warga binaan guna mendukung reintegrasi sosial dan pemenuhan hak-hak dasar.
Melalui evaluasi kinerja Tahun 2025 ini, kementerian mendorong setiap unit kerja menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan kebijakan, peningkatan kinerja, dan penguatan akuntabilitas secara berkelanjutan.